GAMBARAN KELIMPAHAN SERANGGA PADA TIGA KOMODITAS TANAMAN SAYURAN

  • Mokhamad Irfan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
  • Robbana Saragih Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
  • Oksana Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
  • Yusmar Mahmud Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
  • Muhammad Abrori Aly Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
Keywords: Hortikultura, Indeks Keanekaragaman, Pestisida

Abstract

Salah satu komponen penting pada budidaya pertanian adalah pemberian pestisida. Pemberian pestisida pada tanaman sayuran yang dibudidayakan secara intensif dan berlebih akan berdampak negatif pada lingkungan, tanah dan kesehatan manusia. Metode penelitian dilakukan dengan metode observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsive sampling. Eksplorasi serangga dilakukan dengan hand collection, Jebakan (pitfall traps),  jebakan lampu (light traps) dan swepping net dengan 10 kali ayunan ganda. Hasil identifikasi serangga pada sayur bayam, sawi dan selada didapat 8 ordo yaitu ordo Diptera, Stylommatophora, Thysanoptera, Araneae, Dermaptera, Coleoptera, Spirobolida dan Hymenoptera serta  15 famili dengan total serangga pengunjung sebanyak 1240 ekor. Identifikasi peran ekologi serangga pengunjung berperan sebagai herbivora, predator, dekomposer dan sebagai vektor. Rerata nilai Indeks keanekaragaman (H’) ketiga jenis tanaman sayuran = -0,3709973 tergolong rendah, rerata Nilai Indeks Kemerataan = -0,3709973 tergolong rendah dan rerata nilai Indeks Dominansi = 0.868259 tergolong tinggi. Hal ini menunjukan adanya ketidakstabilan ekosistem di lahan tersebut. Dominannya ordo Thysanoptera dan hilangnya serangga lain sebagai penyeimbang ekosistem sangat memungkinkan akan terjadinya potensi resurjensi dan resistensi hama. Perlu pembinaan petani untuk mengubah pola fikir dan cara budidaya tanaman yang ramah lingkungan.

References

Aswatini, Mita N dan Fitranita. 2008. Konsumsi Sayur dan buah di masyarakat dalam konteks pemenuhan gizi seimbang. Jurnal kependudukan Indonesia. 3 (2) : 97-119.

Biro Pusat Statistik. 2015. Pekanbaru dalam angka.

Borror, D.J., C.A. Triplehorn and N.F. Jhonson. 2005. Study of insect. Thomson Learning: Singapore.

Godfray, H. C. J. 1994. Parasitoid : Behavioral and evolutionary ecology. Pricention University Press. New Jersey.

Haneda, N.F., C. Kusuma dan F.D. Kusuma. 2013. Keanekaragaman serangga di ekosistem mangrove. Jurnal Silvikultur Tropika, 4 (2): 42-46.

Indriyanto. (2012). Ekologi hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Irawati L., Suryadarma dan Suhartini. 2017. Pengaruh Pemberian Ekstrak Batang Jarak Cina (Jatropha multifida Linn) sebagai Pestisida Nabati Pengendali Hama Plutella xylostella pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)

Jamal E. 2020. Diskusi pestisida Indonesia. Industri, rantai pasok dan penggunaan. Pusat perlindungan varietas tanaman dan perijinan pertanian. Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 24 silde.

Kalshoven, L.G.E. 1981. Pest of crops in Indonesia. Ichtiar Baru: Jakarta.

Kardiman, A. 2000. Pestisida nabati ramuan dan aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Magurran, A. E. 2004. Measuring Biological Control. Blackwell Publishing. United Kingdom.

Michael, P, 1995. Metode ekologi untuk penyelidikan lapangan dan laboratorium. Terjemahan Yanti R. Koester. UI-Press, Jakarta.

Natawigena, H. 1993. Dasar-dasar perlindungan tanaman. Penerbit Trigenda Karya. Bandung.

Nento R, Femy Si dan S Nursinar 2013. Kelimpahan, keanekaragaman dan kemerataan gastropoda di ekosistem mangrove pulau dudepo, kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 1 (1); 41-47

Nurrohman E, Abdulkadir R dan S Wahyuni. 2015. Keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan perkebunan coklat (Theobroma cacao L. ) sebagai bioindikator kesuburan tanah dan sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. 1 (2) : 197-208.

Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar ekologi. Penerjemah: Tjahyono Samingan.

Pracaya. 2007. Hama dan penyakit tanaman. Edisi Revisi. Seri Agriwawasan. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Radiyanto, I., M. Sodiq dan N.M. Nurcahyani. 2010. Keanekaragaman serangga hama dan musuh alami pada lahan pertanaman kedelai di Kecamatan Balong-Ponorogo. Jurnal Entomologi Indonesia, 7(2): 116-121.

Reviantika F. 2017. Pengaruh pemberian ekstrak daun kendal (cordia dichotoma) sebagai pengendali hama Spodoptera litura F pada tanaman sawi caisim (Brassica juncea L.). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Univ. Negeri Jogjakarta.

Riyanto, S. Herlinda, C. Irsan, dan A. Umayah. 2011. Kelimpahan dan keanekaragaman spesies serangga predator dan parasitoid Aphis gossypii di Sumatra Selatan. J. HPT Tropika, 11 (1) : 57-68.

Sanjaya, Y. dan W. Setiawati. 2005. Keragaman serangga pada tanaman roay (Phaseolus lunatus). Biodiversitas, 6 (4): 276-280

Sirait M., Firsty R dan Pattulloh. 2018. Komparasi indeks keanekaragaman dan indeks dominansi fitoplankton di Sungai Ciliwung Jakarta. Jurnal Kelautan. 11 (1); 75-79.

Susilo, F.X dan I.G. Swibawa. 2001. Serangan, kepadatan populasi, dan keanekaragaman serangan pada pertanaman jagung yang dikelola dengan olah tanah konservasi versus olah tanah konvensional di Natar, Lampung Selatan. Jurnal Hama dan Penyakit Tanaman Tropika. 1(2): 45-53.

Wibowo W.H. 2016.pHttp://Dasar-Pertanian.blogspot.co.id/2016/10/Dampak-buruk-Peng-gunaan-pupuk-kimia.html.

Wudianto R. 2007. Petunjuk penggunaan pestisida. Penebar Swadaya, Jakarta.
Published
2022-02-01
Section
Articles